PHRI Kabupaten Serang Bahas Aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan badan geologi nasional : Wisata Anyer Tetap Aman

PHRI Kabupaten Serang Bahas Aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan badan geologi nasional :  Wisata Anyer Tetap Aman

Serang, infoanyer.com  – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang menggelar diskusi bersama Badan Geologi Nasional pada Rabu (29/7/2026) guna membahas perkembangan terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) serta dampaknya terhadap sektor pariwisata, khususnya di kawasan Anyer dan sekitarnya.

Kegiatan ini menjadi wadah penyampaian informasi resmi kepada para pelaku usaha pariwisata agar memperoleh pemahaman yang benar mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau berdasarkan hasil pemantauan ilmiah.

Dalam pemaparannya, Badan Geologi Nasional menjelaskan bahwa status aktivitas gunung api ditetapkan dalam empat tingkatan, yaitu:

- Level I (Normal): Aktivitas gunung berada dalam kondisi stabil, tanpa adanya peningkatan aktivitas berdasarkan hasil pengamatan visual maupun kegempaan.

- Level II (Waspada): Terjadi peningkatan aktivitas di atas kondisi normal yang ditandai dengan adanya perubahan visual atau meningkatnya gempa vulkanik.

- Level III (Siaga): Aktivitas vulkanik meningkat secara signifikan. Apabila tren peningkatan terus berlanjut, potensi erupsi dapat terjadi dalam kurun waktu sekitar dua minggu.

- Level IV (Awas): Merupakan tingkat aktivitas tertinggi, di mana potensi letusan besar dapat terjadi dalam waktu relatif singkat, bahkan dalam 24 jam.

Dalam kesempatan tersebut, Heruningtiyas Desi Purnama Sari dari Badan Geologi Nasional menegaskan bahwa masyarakat maupun wisatawan tidak perlu merasa panik untuk berkunjung ke kawasan wisata Anyer.

«"Jadi untuk masyarakat yang ingin berwisata di Anyer, jangan memiliki kepanikan yang berlebihan, karena memang jarak dari rekomendasi saat ini di 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau," ujarnya.»

Ia menjelaskan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi berupa larangan beraktivitas hanya berlaku dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sementara itu, kawasan wisata Anyer berada pada jarak yang jauh di luar radius tersebut sehingga tetap aman untuk dikunjungi selama masyarakat mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari pemerintah.

Melalui diskusi ini, PHRI Kabupaten Serang berharap pelaku usaha pariwisata dapat memberikan informasi yang benar kepada wisatawan sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Koordinasi antara pemerintah, Badan Geologi, dan pelaku industri pariwisata juga diharapkan terus terjalin guna menjaga keamanan, kenyamanan, serta kepercayaan wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Serang.