Isak Tangis Warga Carita Lepas Kepergian Surakman Menuju Peristirahatan Terakhir

Isak Tangis Warga Carita Lepas Kepergian Surakman Menuju Peristirahatan Terakhir

Suasana duka menyelimuti Kampung Halaman Surakman alias Sukarman di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (24/9/2026). Tangis keluarga dan warga pecah saat mobil ambulans milik Polri yang membawa jenazah Surakman tiba di Masjid Agung Al-Khusaeni Carita sekitar pukul 10.30 WIB.

Sejak pagi, warga telah berkumpul di sekitar masjid untuk menyambut kepulangan Surakman. Mereka berdiri dalam suasana penuh haru, menanti momen terakhir untuk memberikan penghormatan kepada sosok yang selama ini dikenal sebagai bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Saat pintu ambulans terbuka dan peti jenazah mulai terlihat, suasana haru langsung menyelimuti area masjid. Isak tangis keluarga dan warga tak lagi terbendung. Beberapa di antaranya terlihat menangis sembari memanjatkan doa, seolah berat menerima kenyataan bahwa kepulangan Surakman kali ini bukan seperti yang mereka harapkan.

Peti jenazah kemudian perlahan dibawa masuk ke dalam Masjid Agung Al-Khusaeni untuk disalatkan. Prosesi tersebut dihadiri oleh keluarga besar almarhum, warga sekitar, serta sejumlah pejabat yang turut memberikan penghormatan terakhir. Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono hadir bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam prosesi pemakaman tersebut.

Suasana masjid dipenuhi doa dan kesedihan. Keluarga yang berada di dekat jenazah tampak menahan rasa kehilangan yang mendalam, sementara warga ikut mengiringi dengan doa agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Usai salat jenazah dilaksanakan, peti jenazah Surakman kembali dibawa untuk menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang, Kecamatan Carita. Lokasi pemakaman yang berada tidak jauh dari masjid membuat warga dan keluarga bersama-sama mengantarkan perjalanan terakhir Surakman.

Sebelumnya, anak Surakman, Yayat Suryadi, menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan kepergian sang ayah. Meski rasa kehilangan masih begitu terasa, keluarga berusaha tabah menghadapi kenyataan tersebut.

Yayat mengatakan, keluarga juga telah mempersiapkan pelaksanaan tahlil hari pertama pada Kamis (24/9) malam sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk almarhum.

Surakman merupakan anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 yang sebelumnya hilang kontak saat membawa lima jurnalis dalam perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Setelah pencarian dilakukan, jenazah Surakman ditemukan oleh warga di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.